Senin, 28 Juni 2021

Anak Muda Kristen Yang Berdampak

Sekolah Kristen harus memiliki filsafat dan prinsip-prinsip pendidikan Kristen yang bersumber pada kebenaran Firman Tuhan.

Tujuan Pendidikan Kristen

Matius 28:19-20 ialah memuridkan segala bangsa, membaptis dan mengajar mereka melakukan segala perintah Tuhan Yesus.

Pengertian Pendidikan

Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Makna Pendidikan

Makna pendidikan secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaannya. Dengan demikian, bagaimanapun sederhananya peradaban suatu masyarakat, di dalamnya terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan. Karena itulah sering dinyatakan pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia. Pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha manusia melestarikan hidupnya.

Pendidikan menurut pengertian Yunani adalah “pedagogik” yaitu ilmu menuntun anak, orang Romawi memandang pendidikan sebagai “educare”, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai “Erzichung” yang setara dengan educare, yakni membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan/potensi anak. Dalam bahasa Jawa pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan), mengolah, mengubah, kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran dan watak, mengubah kepribadian sang anak. Sedangkan menurut Herbart pendidikan merupakan pembentukan peserta didik kepada yang diinginkan sipendidik yang diistilahkan dengan Educere. ( M.R. Kurniadi,STh;1) Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pendidikan berasal dari kata dasar “didik” (mendidik), yaitu memelihara dan memberi latihan (ajaran pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian proses pengubahan dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perluasan, dan cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Timotius adalah seseorang yang lahir dari perkawinan campuran, ibunya seorang Yahudi, dan ayahnya adalah seorang Yunani. “Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius ; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya. Sedangkan ayahnya seorang Yunani.” (KPR 16:1) Timotius tinggal di Listra. Kendati lahir dari perkawinan campuran, Timotius telah dididik akan Kitab Suci oleh ibunya, Eunike, dan neneknya, Lois. “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” (2 Timotius 1:5) Timotius namanya disebutkan dalam Alkitab sebanyak 24 kali. Timotius menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan, disaat Perjalanan Misi Rasul Paulus yang pertama. (KPR 16:1) Arti nama Timotius Menghormati/Memuliakan Allah. Timotius adalah Seorang Penginjil dan Gembala.

TELADAN TIMOTIUS SEBAGAI SAKSI TUHAN :

Timotius Menerima Panggilan Tuhan Sebagai Misi Dalam Usia Muda.

“Dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam PERJALANAN. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi  di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.” (KPR 16:3) Menurut penafsir Timotius menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dan memutuskan menjadi hamba Tuhan dalam usia sekitar 15 tahun.

Timotius Memiliki Karakter Teladan Meskipun Usianya Muda.

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12)

Timotius adalah anak Iman dari Rasul Paulus yang diutus untuk menggembalakan Jemaat yang ada di Efesus yang sudah tergolong tua. (Efesus 1:3) MeskipunTimotius masih berusia sangat muda, Paulus tidak mau kalau Timotius yang dikasihinya  direndahkan, dipandang remeh oleh Jemaat di Efesus. Paulus menekankan agar Timotius HARUS menjadi TELADAN DALAM KARAKTER supaya tidak ada Jemaat yang ada di Efesus MERENDAHKANNYA karena MUDA. Persoalannya banyak orang-orang muda maunya DIHARGAI, tetapi tidak dapat menunjukkan SIKAPNYA DEWASA yang membuatnya PANTAS UNTUK DIHARGAI.

Timotius Memiliki Komitmen Yang Teguh Sebagai Saksi Tuhan.

Timotius Tetap Teguh Melayani Tuhan Meskipun Dalam Keadaan Sakit.

     “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu tergannggu dan tubuhmu sering lemah.” (1 Timotius 5:23)

Timotius Siap Menempuh Segala Resiko Saat Mengikuti Paulus Sebagai Penginjil Dalam Perjalanan Misi Kedua ( KPR 16 : 3) dan Ketiga. (KPR 19 : 22, 20 : 4, 2 Korintus1:1,19)

Timotius Taat Kepada Tuhan Saat Ditugaskan Sebagai Gembala. Alkitab mencatat Timotius pernah menggembalakan 5 Jemaat :

Jemaat Tesalonika (1 Tesalonika 3 :1-2,6),

Jemaati Korintus (1 Korintus 4:17,16:10-11),

Jemaat Filipi (Filipi 2:19-22)

Jemaat Berea (KPR 17:14)

Jemaat Efesus (1 Timotius 1:3)

Tuhan dapat memakai semua orang dalam segala kalangan baik anak-anak, orang muda, orang tua dan para lansia. Tetapi Tuhan  terlebih rindu kalau setiap orang menerima panggilan-Nya dari usia muda. Karena akan lebih banyak lagi karya nyata yang Allah kerjakan bagi dunia, ketika orang muda menyerahkan hidupnya kepada Tuhan.

Anak Muda Kristen Yang Berdampak

Sekolah Kristen harus memiliki filsafat dan prinsip-prinsip pendidikan Kristen yang bersumber pada kebenaran Firman Tuhan. Tujuan Pendidikan...